728x90 AdSpace

  • Latest News

    Diberdayakan oleh Blogger.
    Minggu, 29 Maret 2015

    Kepulauan Derawan, Surga Wisata Bahari Lainnya di Bumi Nusantara

    Pantai Pulau Derawan. Foto: Pemkab Berau

    Selain Raja Ampat, Papua, Bumi Nusantara masih menyimpan keindahan wisata bahari lainnya yang layak dikunjungi. Di belahan Pulau Kalimantan, tepatnya Kabupaten Berau, Kalimantan Timur,  Kepulauan Derawan menjadi salah satu rekomendasi para pecinta wisata bawah laut.
    KEPULAUAN Derawan memiliki banyak pulau di sekitarnya. Kepulauan ini sebenarnya sebuah kecamatan di Kabupaten Berau dengan Pulau Derawan sebagai pulau utama, atau pulau besar yang terdekat dengan daratan Kalimantan. Selain Derawan, ada pulau Maratua yang terjauh, Pulau Kakaban, Pulau Sangalaki, dan Pulau Sang mama. Konon menurut cerita rakyat, pulau-pulau itu dulu adalah sekeluarga yang hanyut terseret laut.

    Karena terikat sumpah, mereka sekeluarga yang hanyut itu lalu terikat di dasar laut lalu lama-kelamaan menjadi pulau. Yang terjauh terseret laut adalah Mertua (P. Maratua), lalu kakak laki-laki (P. Kakaban), Suami (P. Sanglaki), Istri (P. Sang mama), dan anak perawannya (P. Derawan).

    Kepulauan ini memiliki pesona bawah laut yang bisa menjadi jaminan kepuasan siapa saja pecinta wisata bahari. Konon, di Indonesia, hanya kawasan wisata Raja Ampat, Papua, saja yang bisa mengalahkan DerawanDiving, snorkeling, atau sekedar ber main air di tepian pantai salah satu pulau itu, wisatawan bisa menemukan banyak aneka ragam satwa laut yang indah dan memesona. Misalnya di Pulau Derawan.

    Kita bisa melihat ikan-ikan hias warna-warni di terumbu karang. Setiap pagi juga bisa melihat dan bercengkerama langsung de ngan punyu-penyu hijau yang suka menepi. Penyu ini relatif jinak, kita bisa memegang dan menariknya kedaratan, asal kita kuat tentunya. ”Kita pegang saja bagian tempurungnya, aman kok,” kata Bacho, warga lokal yang juga mengelola wisata di Derawan. Menurutnya, jumlah penyu di Derawan lumayan banyak.

    Di bulan April-Mei, penyu-penyu itu bia sanya bertelur. ”Kita bisa menikmati saat bertelur asal sabar menunggu, sekali bertelur bisa ratusan butir,” katanya. Keindahan alam di Pulau Kakaban lebih unik lagi. Di tengah pulau ini, terdapat danau air asin yang dihuni ribuan ubur-ubur tanpa sengat.

    Konon, di dunia ini hanya dua tempat yang seperti danau aitr asin di Kakaban, salahs atunya Pulau-Palau di Micronesia. Konon, pulau ini jutaan tahun lalu adalah sebuah atol yang mengalami pergeseran lalu terangkat ke atas hingga menjadi pulau. Karena di tengahnya cekung, saat terangkat air laut terjebak hingga kemudian menjadi danau air asin.

    Ubur-ubur di dalamnya pun berkembang dengan cepat populasinya karena tidak memiliki predator. Karena tidak ada predator selama ribuan tahun, alhasil sengatnya yang merupakan alat pertahanan diri berevolusi dan menghilang dengan sendirinya. ”Memang pulau ini belum terekspos secara luas, rata-rata tiap bulan paling hanya 100-an wisatawan yang datang,” kata Ismail, pengelola pulau tersebut. Salah satu kendala sulitnya menarik wisatawan, kata dia, karena sulitnya akses ke pulau tersebut.

    ”Apalagi kalau sedang ombak besar, bisa-bisa nggak ada yang datang. Meski pun yang kepingin datang banyak,” tuturnya. Sekitar 30 menit naik speedboat dari Kakaban menuju daratan, ada lagi sebuah pulau unik yang disebut Pulau Sangalaki. Pulau ini juga merupakan lokasi konservasi penyu hijau.

    Di pulau ini, kita bisa menemukan tukik (anak penyu) yang dirawat dan siap dilepas ke luat jika sudah siap oleh Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) setempat. Selain tukik, untuk yang suka diving atau snorkling, juga bisa melihat langsung ikan pari manta raksasa yang banyak berseliweran di perairan pulau tersebut. Ikan ini cukup besar dan cukup ramah dengan manusia. Selain itu, yang unik, ikan ini juga tidak berbahaya dan ekornya tidak beracun.

    Wisata surgawi bawah laut yang menawan ini juga ditangkap potensinya oleh PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni). Dirut baru Pelni, Sulistyo Wimbo Hardjito, yang karakter entrepreneurnya kuat memiliki ide luar biasa terkait potensi wisawa bahari tersebut. Dia berencana membuat program wisata semacam ‘kapal pesiar’ untuk para pecinta wisata bahari dengan budget hemat. Salah satu tujuan wisatanya tentu saja Kepulauan Derawan.

    Meskipun ada tujuh lokasi lain yang juga dibidik dalam program ’tour wisata’ Pelni. Misalnya, di Labuhan Bajo, Raja Ampat, Wakatobi, dan lainnya. ”Jadi ini semacam hotel terapung, kita manfaatkan kapal-kapal kita yang sedang port stay untuk mengangkut para wisatawan,” kata Direktur SDM dan Umum PT Pelni, Datep Purwa Saputra saat me lakukan survei lokasi wisata di Kepulauan Derawan.

    Diketahui, setiap kapal milik Pelni, khususnya yang berukuran GT 1000 atau GT 2000, ada masa-masa tertentu harus berhenti di dermaga menunggu jadwal keberangkatan terbaru (port stay). Waktu menunggu tersebut rata-rata 2 minggu. Selama masa 2 minggu itu, kapal juga harus menjalani perawatan dan mesin juga dihidupkan. ”Pak Wimbo (Dirut Pel ni, Red) memiliki terobosan baru, kenapa kapalkapal yang masih port stay itu tidak dimanfaatkan saja untuk paket wisata bahari?” tutur Datep.

    Detailnya, kata Dasep, kapal-kapal yang port stay tersebut disulap menjadi semacam hotel terapung. Lalu, Pelni menawarkan tour wisata dengan kapal menuju ke Derawan atau kawasan wisata bahari lainnya. Dengan lama wisata 3 hari 2 malam, wisatawan bisa menikmati perjalanan ’kapal pesiar’ low budget menuju spot-spot diving, snorkling, atau sekadar bermain di air. Pihak tour Pelni juga menyiapkan semua kebutuhan sehari-hari wisatawan selama di kapal atau di spot wisata. Mulai dari tempat tidur, mandi, makan, hingga keperluan lainnya.

    Termasuk pemandu wisata bagi yang berminat diving atau snorkling. ”Budget nya nggak mahal kok, karena sasaran kita memang turis domestik semacam back packer gitu,” kata Datep. Untuk paket tour ke Kepulauan Derawan, biayanya relatif murah berkisar Rp 3 juta-an.

    ”Tetapi wisatawan harus menuju ke kota terdekat di mana paket tour wisata itu diadakan. Misalnya paket wisata Derawan, pengunjung bisa menunggu di Berau, Balikpapan, atau Tarakan,” kata Datep. Datep optimistis, program baru Pelni tersebut mendapat sambutan masyarakat seiring dengan giatnya Pelni berbenah. Baik itu membenahi manajemen, SDM, hingga kapal-kapalnya yang kini sudah tampil cantik dan elok.

    ”Secara bisnis kita harus tetap aktif dan kreatif, selain itu kita juga membantu menggalakkan wisata dalam negeri yang menjadi salah satu konsen pemerintah,” tegasnya. (*/folber/indopos)
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    2 komentar:

    Item Reviewed: Kepulauan Derawan, Surga Wisata Bahari Lainnya di Bumi Nusantara Rating: 5 Reviewed By: Travelopedia.co
    Scroll to Top