728x90 AdSpace

  • Latest News

    Diberdayakan oleh Blogger.
    Jumat, 20 Maret 2015

    Memanjajal Industri "Goyang Lidah" Ala K-Pop

    Foto: Indopos
     
    JAKARTA, TRAVELOPEDIA.CO - Eksistensi K-Pop yang menjadi kiblat hiburan, mengantarkan berbagai budaya Korea sebagai tren baru ke seluruh jagat raya. Tak terkecuali di bidang kuliner. Industri "goyang lidah" ini tak ketinggal menjadi gaya hidup, termasuk di Indonesia.

    Salah satu resto yang menarik didatangi memanjakan lidah adalah Bulgogi Brothers, sebuah jaringan resto franchise asal Korea yang sudah memiliki 50 gerai. Selain termasuk jaringan resto terbesar, di negara asalnya, Bulgogi juga berhasil memenangi penghargaan The Prestigious National Brands Awards sebagai Best Korean Restaurant.

    Managing Partner Bulgogi Brothers, Christy Yoseph Lang menjelaskan, nama Bulgogi diambil dari bahasa Korea, bul yang berarti daging dan gogi berarti api. Bulgogi juga merujuk pada makanan khas Korea berupa daging yang dibakar layaknya barbeque (BBQ).

    Sementara itu, nama Brothers diambil dari pendiri resto yang memang kakak-beradik serta merujuk pada filosofi resto yang ingin menyuguhkan keakraban antara pelanggan, layaknya sebuah persaudaraan. ”Di Indonesia, Bulgogi Brothers mulai Oktober 2013,” kata Christy Yoseph seperti dilansir Indopos.

    Terdapat sekitar 40 menu pilihan lezat yang disajikan Bulgogi Brothers. Resto ini selalu memastikan unsur-unsur makanan selaras dan baik untuk kesehatan, karena itu mereka menjaga betul kualitas produk utama yaitu daging sapi impor.

    Keberadaan resto yang berlokasi di Lotte Avenue, Kuningan, Jakarta, itu awalnya tidak lepas dari permintaan warga Korea di Jakarta. ”Lotte kan salah satu Korean mall dan memang banyak permintaan dari warga Korea untuk membuka resto di sini,” tukasnya.

    Dari segi suasana, resto sengaja dibuat santai dan nyaman melalui penerapan konsep casual modern dining. Semua pengunjung menikmati jamuan dalam sebuah area. Hanya ada sebuah sekat yang terbuat dari kayu dengan ornamen khas Korea, itu pun tidak sampai menutupi dan memisahkan secara keseluruhan sisi kanan dan kiri resto.

    Selain kasual, pengunjung juga dapat menangkap jelas kesan resto yang modern. Hal itu bisa dilihat dari peranti-peranti masak yang digunakan. Masing-masing meja dilengkapi dengan induction pan yang lebih modern. Perangkat itulah yang digunakan untuk menyajikan hidangan bakaran daging yang didemonstrasikan oleh para pelayan resto.

    ”Yang jelas dengan induction pan, para tamu yang datang tidak perlu takut akan bau bakar-bakaran saat keluar dari restoran,” imbuhnya.

    Induction pan yang digunakan dalam proses memasak atau memanggang daging memang terlihat sangat praktis.

    Selain mengedepankan kenyamanan bersantap, cita rasa dari berbagai hidangan yang ada juga menjadi faktor utama yang diperhatikan pihak resto. pihaknya memilih menjaga keaslian cita rasa makanan yang benar-benar Korea, bukan menyesuaikan dengan cita rasa dari tiap-tiap negara di mana Bulgogi Brothers berada. Konsep tersebut, lanjut dia, berlaku untuk semua gerai Bulgogi Brothers di berbagai negara.

    Demi menjaga keautentikan tersebut, semua bahan, bumbu, seperti goujang dan soyu, resep, hingga racikan berasal dari Korea, hanya beberapa cara penyajian dibuat dengan estetika khas restoran. ”Hampir 90 persen bahanbahan kami impor,” tuturnya.

    Khusus untuk menu hidangan, meskipun kebanyakan berbahan dasar daging, pengunjung tak perlu khawatir karena di Bulgogi Brothers tidak ada makanan yang mengandung unsur babi. Semua daging yang digunakan merupakan daging sapi berkualitas asal Amerika dengan standar kebersihan yang telah dijamin.

    Menariknya, tak hanya melihat pelayan memasak masakan di meja masing-masing, pengunjung juga dapat meminta penjelasan mengenai menu-menu yang akan dipesan. Para pelayan pun akan dengan senang hati menjelaskannya, mulai dari komposisi bahan-bahan yang digunakan untuk mengolah hidangan, hingga sejarah dari makanan tersebut.

    Bulgogi Brothers memang tempat yang pas untuk menikmati makanan-makanan khas Korea. Di sana, pencinta kuliner, khususnya kuliner Negeri Ginseng, akan dimanjakan dengan berbagai hidangan yang menggugah selera. Sebagai menu pembuka, Anda bisa mencoba seporsi kue fermentasi yang dibuat dari jagung, sekilas teksturnya seperti kue apem.

    Untuk menu yang satu itu, pengunjung dapat mencicipinya secara gratis, pasalnya pihak resto memang menyediakannya sebagai menu tambahan.

    Ada Unyangsik Bulgogi, Gwangyangsik Bulgogi, Seoulsik Bulgogi, Deungsim, Galbi, dan menu lezat lainnya.

    Untuk Unyangsik Bulgogi berupa irisan daging sapi berbumbu dengan bentuk hati, Christ mengungkapkan bentuk hati atau love tersebut adalah hasil kreasi dari chef mereka. ”Umumnya unyangsik ini bentuknya kotak atau bulat, hanya di Bulgagi Brothers aja yang bentuknya hati,” katanya.

    Hidangan yang berupa daging berbentuk hati itu dipanggang dengan aneka bumbu pelengkap, seperti bawang putih dan paprika. Menu spesial itu terasa lebih lezat jika disantap selagi hangat dengan melipatnya dalam daun selada segar dan tambahan aneka saus, mulai dari samjong sauce yang cenderung lebih pedas, sauce barbeque, hingga spacy sauce dengan rasa pedas manis.

    ”Keistimewaan menu-menu kami ada pada pilihan daging impor berkualitas yang higienis, teknik perendaman daging, serta teknik memanggangnya yang tidak akan gosong dan menimbulkan asap,” katanya.

    Tak heran, jika menu Unyangsik Bulgogi tersebut banyak diminati pengunjung, selain juga menu seperti Bulgogi Bibimbab dan Haemul Gunjung Mandu.

    Selain aneka makanan yang dijamin menggoyang lidah, Bulgogi Brothers juga menyediakan aneka pilihan minuman, termasuk minuman beralkohol khas Korea, yakni bokbunjajoo. Minuman wine khas Korea itu biasanya dipilih untuk menemani menyantap daging.

    Bokbunjajoo biasanya dituang dalam susunan gelas warna-warni lengkap dengan lambang sifat dari setiap warna. Bagi pengunjung yang tidak ingin minuman beralkohol bisa memilih aneka minuman teh, mulai dari teh berbahan gandum sampai teh berbahan jagung seperti oksusu cha yang beraroma harum dan rasa yang khas.

    Untuk harga, Bulgogi Brothers mematok tarif untuk makanan berkisar Rp. 65 ribu hingga Rp.200 ribu. Sedangkan untuk minuman mulai dari Rp. 23 ribu hingga Rp. 250 ribu. (dew/indopos)
    Posting Lebih Baru
    Previous
    This is the last post.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Memanjajal Industri "Goyang Lidah" Ala K-Pop Rating: 5 Reviewed By: Travelopedia.co
    Scroll to Top