728x90 AdSpace

  • Latest News

    Diberdayakan oleh Blogger.
    Rabu, 25 Maret 2015

    Nuansa Tempoe Doeloe di Gek Sok Cafe Batam

    Foto: yashinta/batampos.co.id
     
    BATAM, TRAVELOPEDIA.CO - MASA lalu memang telah berlalu. Namun, kenangannya yang sulit untuk dilupakan. Nah, jika Anda ingin bernostalgia ke masa lalu, cobalah datang ke Gek Sok Cafe. Mulai dari suasana hingga jenis makanannya jaman dulu.

    Cafe tersebut terletak di Komplek Citra Alumindo Karsa, Bengkong Harapan nomor 3, Batam. Tempatnya di samping Kantor Pos, atau di seberang Plaza Top 100 Bengkong. Ketika malam, hanya cafe inilah yang terang benderang dari kejauhan. Apalagi, lampu berkelap-kelip di bagian depan semakin menegaskan seolah menyapa pengunjung untuk bernostalgia.

    Ketika berada di dalamnya, kehangatan langsung terasa. Mungkin ini karena lampunya yang berwarna kuning terang. Atau juga pernak-pernik yang bisa mengingatkan kita akan rumah sendiri. Lagu-lagu lawas muncul sebagai iringan.
    Kursi-kursinya adalah kursi tamu dari rotan. Kaleng-kaleng kerupuk diletakkan di rak atas dinding. Pesawat-pesawat televisi dan radio yang tak lagi terpakai dipasang sebagai aksesori. Lampu ruangannya pun mirip seperti lampu ruang tamu.

    Pemilik Gek Sok Cafe, Agam, mengatakan, sengaja berburu ke Bandung mengumpulkan pernak-pernik tersebut. Membawanya dalam beberapa kali penerbangan.

    ”Sekalian pulang ke Bandung. Kami cari di Cihapit dan Babe (Toko Barang Bekas di Bandung,  red),” kata Agam yang biasa disapa Aa itu.

    Agam memang ingin membawa konsep jaman dulu atau jadul tradisional dalam kafe ini. Lebih khusus lagi adalah jadul dan tradisional versi Sunda. Sebab, menurutnya, di Batam belum ada tempat nongkrong yang ’begitu Sunda’. Sunda adalah tanah kelahiran Agam.

    Konsep jadul dan tradisional itu juga muncul dalam sajian makanannya. Gek Sok Cafe memiliki sejumlah makanan yang jarang kita temui di tempat lain. Seperti misalnya, colenak. Makanan ini adalah camilan khas Sunda yang terbuat dari singkong. Selain menghadirkan colenak seperti aslinya, Gek Sok mengkreasikannya dengan mengganti singkong dengan pisang.

    Sepertinya Gek Sok memang mengutamakan kreasi. Kebanyakan menu Gek Sok adalah menu tradisional yang sudah dikreasi sedemikian rupa. Misalnya saja, menu nasi goreng ayam, Hayam Dabu-dabu, jagung siam, dan tahu buruntuk. Sementara untuk minuman, Gek Sok memiliki minuman andalan bernama Majeto Lychee. Ada juga minuman Orange Tropical, Hot Chocolatte, dan kopi tubruk.

    Makanan itu hadir dalam piring-piring kaleng berwarna-warni yang mungkin terakhir beredar pada tahun 90-an. Begitu pula dengan cangkirnya. Hanya saja, untuk gelas, Gek Sok menggunakan gelas unik berbentuk toples kaca yang besar.

    ”Kami milih jadul sebab banyak peminatnya,” katanya.

    Agam sebenarnya sudah memulai usaha kuliner sejak tujuh tahun yang lalu di Bandung. Ia membuka kafe dengan konsep yang sama. Hanya saja tidak dinamai Gek Sok. Nama Gek Sok muncul sebagai sebuah ajakan bagi para tamu. Gek dalam bahasa Sunda berarti duduk. Sok berarti silakan. Gek Sok pun berarti Silakan Duduk.

    Gek Sok mulai buka pada pukul 11.00 hingga 23.00 WIB. Ada banyak menu makan siang yang bisa Anda coba di kala rehat kerja. Kalau ingin nongkrong saja ketika malam, pun jadilah.  (wenny c prihandina/batampos)
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Nuansa Tempoe Doeloe di Gek Sok Cafe Batam Rating: 5 Reviewed By: Travelopedia.co
    Scroll to Top