728x90 AdSpace

  • Latest News

    Diberdayakan oleh Blogger.
    Minggu, 22 Maret 2015

    Wisatawan Tinggi, 189 Hotel Beroperasi di Batam Dinilai Belum Cukup

     

    BATAM - Kepala Bidang Sarana dan Objek Wisata, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Batam, Rudi Panjaitan mengatakan bahwa saat ini terdapat 189 hotel beroperasi di pulau yang paling dekat dengan Singapura itu. Namun, tingginya angka kunjungan wisatawan ke Batam membuat jumlah tersebut masih kurang, sehingga masih butuh banyak tambahan hotel lagi untuk menampung wisatawan. 

     ”Kalau sepintas memang sudah sangat banyak hotel di Batam. Tapi itu sangat kurang. Dan sangat memungkinkan jika masih ada pengusaha yang ingin bangun hotel,” kata Rudi Panjaitan, seperti dilansir Batam Pos

    Berdasarkan data Disparbud Kota Batam hingga 2013 lalu, dari 189 hotel yang beroperasi hanya satu kategori bintang lima, yakni Montigo Hotel & Resort di Nongsa. Sedangkan bintang empat ada 23 unit, yakni Batam View Beach Resort Nongsa, BCC Penuin, Hotel GGI Harbour Bay, Golden View Bengkong, Goodway Lubukbaja, Holiday Inn, Harmoni One, Harmoni Hotel, Harmoni Suite Lubukbaja, Harris Hotel, Harris Resort Hotel, Nagoya Mansion, iHotel, Mercure Hotel, Nongsa Point Marina, Novotel, Pasific Palace Hotel, Panorama Regency Hotel, Planet Holiday, Turi Beach Resort, Vista Hotel, KTM Resort, dan Metro Puri Harmoni Apartment. 

     Sementara hotel kategori bintang tiga ada 21 unit, yakni 89 Hotel, Acacia Hotel, Batam Center Hotel, Biz Hotel, Cristal Hotel, Formosa Hotel, Harbour Bay Amir Hotel, Lyori Aerotel Hotel, Island Garden Hotel, Island Garden Hotel, Nagoya Plaza Hotel, Horison Ultima King Hotel, Gideon Hotel, Centro Hotel, The Hill Hotel, Raflesia Hotel, Seruni Hotel, Swiss Inn Hotel, Swiss Bell Inn Batam Bukit Senyum, Swiss Bell Harbour Bay, The Hill, dan Utama Hotel. 

    Untuk hotel bintang dua hanya ada sekitar enam hotel, di antaranya Amaris Nagoya Hotel, Aviari Hotel, Merlion Hotel, Newton Hotel and Spa, Sari Jaya Hotel, dan Venesia Hotel. Sedangkan hotel bintang satu ada 14 hotel, yakni 01 Hotel, Gita Wisata Hotel, HH-Hotel, Holiday Hotel, Horisona Hotel, Island View Hotel, Kolekta Hotel, Millenium Hotel, Ozon Internasional Hotel, Pelita Hotel, Ramayan Hotel, Soutlinks Country Club and app, S Hotel, dan Sentosa Hotel. 

    Sementara sisanya sekitar 125 unit merupakan hotel non bintang atau yang kerap disebut hotel kelas melati. 

     ”Kalau hotel kelas melati ini sebagian besar ada di Lubukbaja dan Jodoh, meski memang saat ini sudah mulai banyak di daerah Batuaji dan Sagulung,” sebut Rudi. Dia menuturkan, kategori bintang ini didasarkan pada fasilitas dan pelayanan dari sebuah hotel. Semakin canggih hotel, pelayanan dan segala sesuatu yang mendukung dalam kelangsungan hotel maka kategori bintangnya akan semakin tinggi. 

     Menurutnya, Batam sebagai kota wisata dan berdekatan dengan negara luar memang sangat wajar memiliki jumlah hotel yang banyak. Bahkan pada musim libur atau akhir tahun terkadang hotel di Batam tidak sanggup menampung pengunjung. Ia memperkirakan setiap tahun ada sekitar 1,5 juta wisatawan yang berkunjung ke Batam. 

    ”Kalau sudah liburan tidak akan sanggup untuk menampung, tingkat hunian 100 persen. Padahal jumlah semua kamar jika ditotalkan di semua hotel jumlahnya mencapai 3.000 kamar,” ujarnya. 

     Bagaimana dengan tarif sewa kamar. Rudi menjelaskan untuk kelas melati harga kamarnya paling murah sekitar Rp 50 ribu hingga Rp 150 ribu per malam. Sedangkan untuk kelas berbintang tarif kamar standar per malamnya sekitar Rp 300 ribu hingga Rp 1,5 juta per malam. 

     Untuk pengembangan hotel saat ini, yang masih memungkinkan adalah di daerah Tanjunguncang dan Marina. Ini dikarenakan peningkatan perumahan dan juga kawasan industri di sana. Di mana semakin banyak tenaga kerja asing yang bekerja di Batam.

     Dengan banyaknya hotel dan penginapan yang ada di Batam ini, maka akan membawa sisi positif dalam pelayanan terhadap pengunjung. Di mana semua akan berlomba-lomba membuat pelayanan terbaik untuk pengunjung. Menurut Rudi, bisnis hotel di Batam menjadi bisnis yang menarik. 

    Sallon Simatupang, anggota Komisi II DPRD Kota Batam mengakui perkembangan wisata tidak akan lepas dari ketersediaan akomodasi. Ia mengakui jumlah hotel yang ada sekarang, terutama hotel berbintang masih sangat kurang. Ini dikarenakan Batam juga sudah bisa dikatakan sebagai kota MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition). 

    ”Bayangkan kalau sedang ada pertemuan di Batam. Kalau ada 200 orang peserta, maka sudah ada 200 kamar. Belum lagi untuk pengunjung. Padahal setiap hari di Batam pasti ada acara di hotel,” katanya. 

     Menurut Sallon peran dari para pemilik hotel dituntut untuk lebih profesional dalam melayani setiap pengunjung. Terutama hotel berbintang yang menjadi pilihan utama untuk wisatawan mancanegara untuk menginap. ”Intinya keramahan dan kenyamanan menjadi modal utama. Kalau kita memberikan kesan yang baik kepada pengunjung, maka mereka akan kembali lagi ke Batam,” tuturnya. (ian/batampos)
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Wisatawan Tinggi, 189 Hotel Beroperasi di Batam Dinilai Belum Cukup Rating: 5 Reviewed By: Travelopedia.co
    Scroll to Top