728x90 AdSpace

  • Latest News

    Diberdayakan oleh Blogger.
    Jumat, 10 April 2015

    Kebaya Khas Jogja Siap Cetak Rekor MURI di Hari Kartini

    REKOR MURI - Ketua Panitia 1.800 perempuan mengenakan kebaya khas Jogja, Ir KRAy SM Anglingkusumo.  Foto: Radar Jogja.
     
    JOGJA, TRAVELOPEDIA.CO - Sejumlah Ahli Kecantikan dan pengusaha salon dari DI Jogjakarta bertekad mencatatkan rekor di Museum Rekor Indonesia (MURI). Mengambil momentum peringatan Hari Kartini yang jatuh 21 April nanti, para ahli kecantikan dan pengusaha salon yang tergabung dalam organisasi Tiara Kusuma DPD DI Jogjakarta tersebut akan kegiatan tata rias bagi 1.800 perempuan mengenakan kebaya khas Jogja.

    "Tekad kami mencatatkan rekor baru dengan ribuan perempuan mengenakan kebaya, khas Jogja," terang Ketua Panitia,  Ir KRAy SM Anglingkusumo didampingi  Wakil Ketua Ny Dhani Aryanto dan Ketua Tiara Kusuma DPC Kota Jogja Ny P. Silviatin seperti dilansir Radar Jogja, Jumat (10/4)

    Event yang didukung GKR Hemas tersebut rencananya akan digelar di Hotel Sahid Rich Jogja, Jalan Magelang, Kamis (23/4) mendatang. "Acara akan berlangsung selama empat jam saja. Dari pukul 11.00-15.00,” tambahnya.

    Untuk menjadi peserta, warga yang ingin berpartisipasi tidak dipungut biaya. Syaratnya perempuan usia 17 tahun ke atas dilengkapi kartu identitas diri, busana kebaya tanpa plisir, bros 1, giwang dan kain wiru motif Jogja.

    Peserta juga harus mengenakan sanggul tekuk dengan lungsen. Perhiasan bisa ceplok jentit atau semyok atau tlesepan dengan slop hak tinggi. Bagi mereka yang tertarik dapat mendaf-tar langsung ke Hotel Sahid Rich, Tiara Ku-suma DPC kabupaten dan kota se-DIJ atau melalui email

    “Kami layani dengan alamat tiarakusuma_dpddiy@yahoo.com,” ucapnya.

    Dua hari sebelum acara atau bertepatan dengan Hari Kartini 21 April, di tempat yang sama diadakan lomba Putri Kebaya. Lomba memperebutkan piala bergilir  KRAy SM. Anglingku-sumo. Kegiatan ini telah rutin diadakan setiap setahun sekali.

    Kriteria peserta usia 17-28 tahun. Saat acara, peserta harus mengena-kan sanggul tekuk dengan lung-sen. “Sanggul atau gelung tekuk itu khas Jogja. Peserta juga harus memakai kain wiru motif Jogja,” kata ibu tiga putri ini.

    Adanya dua kegiatan itu meru-pakan bagian dari upaya meles-tarikan pakaian daerah khas Jogja. Sebab, saat ini tidak ba-nyak masyarakat yang paham dengan busana  gaya Jogja. Ter-masuk dalam mengenakan jarik motif Jogja. “Kami juga ingin nguri-uri ba-tik klasik gaya Jogja. Ciri khasnya, batiknya ada warna putih. Itu yang membedakan dengan Surakarta yang khasnya ada sogan (coklat kekuning-kuningan),” paparnya.

    Panitia juga menyediakan uang pembinaan bagi pemenang satu sebesar Rp 1,5 juta, juara dua  Rp 1 juta dan pemenang ketiga Rp 750 ribu. (AMIN SURACHMAD/*/laz/ong)
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Kebaya Khas Jogja Siap Cetak Rekor MURI di Hari Kartini Rating: 5 Reviewed By: Travelopedia.co
    Scroll to Top