728x90 AdSpace

  • Latest News

    Diberdayakan oleh Blogger.
    Jumat, 06 November 2015

    Pulau Lombok Tertutup Abu Vulkanik

    Gunung Baru Jari


    TRAVELOPEDIA.CO,  SELONG – Memasuki hari ke-12 setelah meletus pertama pada Sabtu (24/10) lalu, Gunung Baru Jari terus menerus memuntahkan abu vulkanik dan lava sepanjang hari.

    Berdasarkan pantauan, tercatat puluhan kali tremor cukup besar dengan amplitude serta durasi cukup panjang terjadi secara terus menerus. Sehingga abu letusan semakin banyak menutupi ruang udara di atas langit Kabupaten Lombok Utara (KLU) dan sebagian Lombok Tengah (Loteng), Lombok Barat (Lobar), Kota Mataram hingga Bali dan Jawa Timur.

    Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Rinjani, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Sembalun, Lalu Zulkarnain mengatakan jika aktivitas Gunung Baru semenjak Rabu (4/11) pukul 11.00 Wita sebelumnya terus mengalami peningkatan aktivitas. Tidak saja pada tremor kegempaan akan tetapi juga muntahan dan volume material letusan yang dimuntahkan seperti abu dan lahar atau lava. “Tercatat tremor paling besar yang terjadi hari ini adalah dengan amplitude 50 mm dengan durasi cukup panjang dan semburan abu hingga mencapai sekitar 2 ribu meter,” kata Zulkarnain, Kamis (5/11).

    Sehari sebelumnya tercatat hanya sekitar 40 mm dengan durasi hingga mencapai sepuluh menit. Namun kemarin disamping tremor lebih besar juga cukup panjang dan dengan volume abu semburan yang tentunya lebih meningkat dari sebelumnya. Sementara ketinggian semburan abu yang teramati dari Sembalun dikatakan berkisar 1.500 hingga mencapai 2 ribu meter dari permukaan kawah semburan Baru Jari.

    Namun demikian, status waspada level dua masih tetap meskipun aktivitas terus menerus mengalami peningkatan. Menurutnya hal ini disebabkan karena dampak langsung material letusan pada warga belum ada kecuali dampak debu vulkanik. “Tingkat bahaya belum ada ancaman sama sekali ke masayarakat sehingga statusnya masih tetap,” jelasnya.

    Arah semburan abu letusan dikatakan condong ke barat, mengingat lubang ke kawah agak condong ke barat. Demikian pula angin yang musim ini datang dari timur dan timur laut, sehingga mendorong abu letusan ke arah barat dan barat laut. Namun Kamis pagi kemarin dikatakan angin sempat membawa abu vulkanik ke arah selatan dan juga pada sore kemarin.

    Hal ini dibenarkan oleh Kepala Stasiun Metereologi Selaparang, BMKG, Catur Minarti SP, bahwa sejak Kamis pagi kemarin arah angin condong ke selatan, hingga kemudian mendorong abu letusan mengarah ke sebagian Loteng, termasuk area Bandara Internasional Lombok (BIL), Lobar dan Mataram.

    Perubahan arah angin ini dikatakan tidak dapat diprediksi, namun yang jelas sampai dengan Kamis sore pukul 15.35 Wita kemarin, angin berhembus condong ke selatan.

    Sejumlah wilayah di Lombok Tengah mulai merasakan hujan abu vulkani sejak Kamis pagi. Seperi wilayah Kecamatan Pringgarata, Jonggat, Praya, Praya Tengah, Janapria, Kopang, Batukliang, Batukliang Utara, dan sejumlah wilayah kecamatan lainnya. Hanya Kecamatan Praya Barat, Praya Barat Daya, Pujut, dan Praya Timur, yang belum terkena abu vulkanik ini. ‘’Sejak tadi pagi (kemarin pagi, Red) hujan abu vulkanik ini sudah mulai terasa di Praya,’’ ungkap warga Praya, Muzakir.

    Warga mulai mengantisipasinya dengan masker. Fino, warga Puyung mengaku sangat merasakan hujan abu vulkanik ini saat berkendara. Matanya perih karena kemasukan abu jika tidak menggunakan kaca mata atau helm. Begitu juga tenggerokokannya mulai terasa kering jika tidak menggunakan masker. ‘’Makanya saya mulai pakai masker,’’ ulasnya.

    Abu vulkanik ini juga dirasakan warga Lombok Barat. ” Sekarang ini abu vulkanik akibat letusan Gunung Baru Jari sudah masuk ke Desa Batu Layar Barat Kecamatan Batu Layar, kami merasa khawatir pemerintah belum ambil tindakan,”kata Kepala Desa Batu Layar Barat, H. Darmawan.

    Warga yang pemukimannya berada di dataran tinggi seperti Dusun Duduk Atas, Dusun Batu Bolong Duduk merasakan hujan debu ini.Namun warga tetap beraktivitas dan anak-anak juga masuk sekolah, tapi mereka tidak dibiarkan bermain diluar.

    Kepala Desa Jeringo Kecamatan Gunung Sari, Sahril, menyatakan, sekitar pukul 13.00 wita terjadi hujan debu sekitar 15 menit. Masyarakatnya banyak berlarian masuk ke rumah.

    Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Lombok Barat, Muh. Najib, membenarkan ada abu vulkanik yang telah menyebar ke wilayah Lombok Barat, terutama di bagian utara seperti kecamatan Narmada, Batu Layar, Gunung Sari, dan Narmada, sedangkan wilayah tengah dan Labuapi dan Gerung juga terjadi.

    Hari ini, pihaknya akan membagikan sebanyak 10 ribu masker menyebar ke beberapa titik terutama wilayah bagian utara. “Besok pagi (hari ini) kami akan segera bagikan masker sebanyak 10 ribu,”ungkapnya.

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram langsung membagikan 1500 masker kepada pengguna jalan dan masyarakat. Kepala BPBD Kota Mataram, H Supardi menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan sekitar 5.000 masker yang akan dibagikan secara bertahap. ”Saat ini belum terasa dampaknya tapi kita antisipasi,” terangnya.

    Sementara itu, di Lombok Timur upaya antisipasi dampak letusan Baru Jari ini dilakukan Polres Lotim dengan membuat Posko di komplek rumah adat Sembalun Bumung atau sebelah barat lapangan Umum Desa Bumung. “Dipilihnya lokasi ini sebagai tempat Posko lantaran tempat ini dipandang strategis dan lebih dekat untuk dilakukan evakuasi ke Suela disamping juga dekat lapangan,” kata Kapolsek Sembalun, Iptu Jamaludin.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, H Azhar mengatakan pihaknya lansung berkoordinasi dengan semua pihak akibat abu vulkanik yang menyebar sampai Kota Mataram dan Lombok Barat. 

    “Kita kerjasama dengan semua pihak bagikan masker,” katanya.


    sumber: indopos
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Pulau Lombok Tertutup Abu Vulkanik Rating: 5 Reviewed By: Travelopedia.co
    Scroll to Top